Ditjen PAUD-DIKMAS

KEMENTERIAN PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN

Direktorat Jenderal Pendidikan Anak Usia Dini
dan Pendidikan Masyarakat

Pendidikan Masyarakat Prioritaskan Keaksaraan Usaha Mandiri

Pendidikan Masyarakat Prioritaskan Keaksaraan Usaha Mandiri
Sekitar 90 persen penduduk buta aksara berusia produktif dan berada di kalangan ekonomi lemah. Oleh karena itu keaksaraan usaha mandiri (KUM) menjadi prioritas dalam program keaksaraan lanjutan tahun 2012. Program ini dapat mengentaskan buta aksara sekaligus kemiskinan.

15 Januari 2012 00:00:00

Sekitar 90 persen penduduk buta aksara berusia produktif dan berada di kalangan ekonomi lemah. Oleh karena itu keaksaraan usaha mandiri (KUM) menjadi prioritas dalam program keaksaraan lanjutan tahun 2012. Program ini dapat mengentaskan buta aksara sekaligus kemiskinan.

“Keaksaraan usaha mandiri merupakan program melestarikan keaksaraan dengan memberdayakan masyarakat melalui kewirausahaan. Para peserta didik akan mempelajari keterampilan yang sesuai dengan potensi daerah mereka.Dengan demikian mereka bisa memelihara keberaksaraan sekaligus meningkatkan kemampuan ekonomi,” kata Direktur Pembinaan Pendidikan Masyarakat Ella Yulaelawati, M.A., Ph.D di Jakarta, Jumat (13/1).

Langkah ini diambil Direktorat Pembinaan Pendidikan Masyarakat karena penyandang buta aksara biasanya berpenghasilan rendah atau pengangguran, padahal dari 8,3 juta penduduk buta aksara 7, 5 juta di antaranya berada di rentang usia 15-59 tahun yang artinya berada di usia produktif.

Ella menyatakan kaum perempuan akan menjadi prioritas dalam program ini karena penduduk buta aksara didominasi oleh perempuan. “Hal ini sangat penting, karena ketahanan ekonomi keluarga banyak terkait dengan pemberdayaan perempuan,” ujar Ella.

Kunci Pembangunan

Pemberantasan buta aksara masih menjadi perhatian pemerintah karena keberaksaraan adalah kunci pembangunan. Dengan aksara, masyarakat bisa mendapatkan akses informasi yang dapat memperluas wawasan serta pengetahuan.

“Kurangnya kemampuan keaksaraan menjadi salah satu penyebab tertinggalnya pengetahuan, keterampilan, serta sikap mental pembaharuan dan pembangunan,” kata Ella menjelaskan.

Keberaksaraan, lanjut Ella, pada akhirnya akan mengubah dan membentuk kehidupan masyarakat menuju pemberdayaan masyarakat. Prinsip pemberdayaan masyarakat adalah bisa mengendalikan, mengarahkan, membentuk dan mengelola sumber daya yang potensial untuk diberdayakan atau diolah sebagai upaya pembangunan masyarakat.

Untuk mencapai tujuan itu, Direktorat Pembinaan Dikmas mengakui kerja sama kemitraan amat dibutuhkan. Peran direktorat hanyalah sebagai penyedia layanan, semetara penyelenggaraan program dilakukan oleh mitra. Oleh karena itu, program pemberdayaan masyarakat yang diselenggarakan direktorat selalu disertai berbagai layanan kemitraan dan penguatan kelembagaan pendidikan masyarakat secara berkesinambungan.(Andrey/Humpeg)

Semua Berita