Ditjen PAUD-DIKMAS

KEMENTERIAN PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN

Direktorat Jenderal Pendidikan Anak Usia Dini
dan Pendidikan Masyarakat

Pemanfaatan Data Pokok Pendidikan (Dapodik)

Pemanfaatan Data Pokok Pendidikan (Dapodik)
Sekretaris Ditjen PAUD dan Dikmas Dr. Wartanto dan Dirjen PAUD dan Dikmas Ir. Harris Iskandar, Ph.D sedang memberikan pengarahan kepada Peserta Workshop Pemutakhiran Dapodik PAUD dan Dikmas Regional III Kota Jogyakarta

31 Juli 2017 15:29:45

Jogyakarta, PAUD dan Dikmas – Data Pokok Pendidikan (Dapodik) adalah sistem pendataan skala nasional terpadu yang dapat diakses oleh seluruh Satuan Pendidikan dan merupakan sumber data utama pendidikan nasional yang merupakan bagian dari Program Perencanaan Pendidikan Nasional dalam mewujudkan insan Indonesia yang cerdas dan kompetitif. Pemanfaatan Dapodik bagi Satuan Pendidikan diantaranya sebagai pendataan Anak Putus Sekolah (ATS), Sekolah Aman Bencana, Bantuan Sarana dan Prasarana, Bantuan Peralatan Pembinaan Kursus dan Pelatihan, dan Bantuan Peralatan Pendidikan Keaksaraan dalam program rehabilitasi sekolah, pembangunan unit sekolah baru (USB) dan ruang kelas baru (RKB) agar dapat dilaksanakan dengan lebih akurat, tepat sasaran dan berkesinambungan. “Oleh sebab itu semua Satuan Pendidikan harus punya Nomor Pokok Sekolah Nasional (NPSN)”. Ujar Dr. Wartanto Sekretaris Ditjen PAUD dan Dikmas saat memberikan arahan kepada peserta Workshop Pemutakhiran Dapodik PAUD dan Dikmas Regional III Kota Jogyakarta, Kamis (20/7). Nomor Pokok Sekolah Nasional (NPSN) adalah sistem pendataan Satuan Pendidikan skala nasional dengan memberlakukan suatu kode identitas yang bersifat unik, tunggal dan berlaku seumur hidup kepada seluruh Satuan Pendidikan di Indonesia, mulai jenjang pendidikan dasar dan menengah hingga perguruan tinggi baik negeri maupun swasta. Termasuk juga Satuan-satuan Pendidikan yang bernaung di bawah Departemen Agama. Pemanfaatan Dapodik bagi Peserta Didik diantaranya sebagai pendataan, baik pendataan Kartu Indonesia Pintar (KIP), Bantuan Operasional Pendidikan (BOP), Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD), dan Pendataan Ujian Nasional Kesetaraan. Pemanfaatan Dapodik ini juga berfungsi bagi Tenaga Kependidikan yaitu sebagai peningkatan mutu, pembinaan, perencanaan kebutuhan, dan peningkatan kompetensi, sedangkan bagi Substansi Pendidikan sebagai beban mengajar, rasio guru, tunjangan guru, dan pemetaan mutu. Pendataan Satuan Pendidikan secara terpusat dan online ini membantu pengembangan dan pengawasan program pemerintah yang berkaitan dengan peningkatan dan pengembangan mutu Satuan Pendidikan, “Untuk Tenaga Pendidiknya masuk Dapodik dengan Nomor Unik Pendidikan dan Tenaga Kependidikan (NUPTK)”. tegas Dr. Wartanto. NUPTK merupakan nomor identitas yang resmi untuk keperluan identifikasi dalam berbagai pelaksanaan program dan kegiatan yang berkaitan dengan pendidikan. Direktur Jenderal Pendidikan Anak Usia Dini dan Pendidikan Masyarakat (Dirjen PAUD dan Dikmas) Ir. Harris Iskandar, Ph.D, berpesan agar semua Satuan Pendidikan sudah memiliki Nomor Pokok Sekolah Nasional (NPSN), Nomor Unik Pendidikan dan Tenaga Kependidikan (NUPTK) bagi seluruh Tenaga Pendidik , dan Nomor Induk Siswa Nasional (NISN) bagi seluruh Peserta Didik. (KS/Tim Warta/GP) Semua Berita