Ditjen PAUD-DIKMAS

KEMENTERIAN PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN

Direktorat Jenderal Pendidikan Anak Usia Dini
dan Pendidikan Masyarakat

Ciptakan Lulusan Mandiri Melalui PKBM

Ciptakan Lulusan Mandiri Melalui PKBM

27 Juli 2018 17:32:11

Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat  (PKBM) sebagai wadah masyarakat untuk belajar, memiliki banyak fungsi terutama yang terkait dengan implementasi pengembangan kegiatan pendidikan nonformal. Intinya, keberadaan PKBM mampu melayani kebutuhan, sekaligus sebagai wadah solusi berbagai masalah sosial yang ada di masyarakat, seperti pendidikan, membantu menanggulangi masalah kemiskinan, kebodohan, dan masalah keterbelakangan. PKBM Cemerlang Wonosobo, Provinsi Jawa Tengah hadir sebagai lembaga pendidikan, keterampilan dan kewirausahaan untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat. Bahkan produk olahan Carica PKBM Cemerlang dikenal luas hingga negeri tetangga, Malaysia dan Singapura.

PKBM merupakan gerakan kekuatan alternatif yang tumbuh dari masyarakat itu sendiri melalui ujung tombak dalam membantu menangani masalah sosial. Seperti diungkapkan Anna Wardiyati, pendiri dan pengelola PKBM Cemerlang, bahwa awal berdirinya PKBM yang terletak di Jalan Dieng KM4. Sibunderan RT 005 RW 004 Kelurahan Krasak, Kecamatan Mojotengah, Kabupaten Wonosobo, Jawa Tengah, adalah keterpanggilan Anna terhadap kondisi masyarakat di lingkungannya. Masih banyak yang tidak bisa baca dan putus sekolah, juga banyak yang menganggur atau kerja serabutan.

“Saya sering diajak suami berkeliling dan melihat banyak anak-anak yang putus sekolah dan menganggur. Seperti kesulitan mencari kerja. Akhirnya suami mendorong untuk membantu mereka,” ujar Anna yang juga istri Sutiyana, SH, M.Hum anggota polisi yang menjabat Kepala SPK Polsek Selometro Polres Wonosobo.

PKBM Cemerlang berdiri pada 2 November 2009. Awalnya, kata ibu tiga putera ini, hanya fokus pada pendidikan masyarakat, seperti pendidikan kesetaraan untuk anak-anak putus sekolah dan tidak sekolah, dan pendidikan keaksaraan seperti program keterampilan dan program pengolahan hasil potensi lokal.

“Awalnya hanya ingin membantu menuntaskan masalah pendidikan. Lambat laun banyak peluang untuk meningkatkan taraf hidup warga dengan berbagai program yang bisa digarap PKBM,” ujar ibu dari  Fallah Hafidzan Jannata, Farrel Davino Jevonnata dan Farhan Habibie Jannata.

PKBM Cemerlang dalam menjalankan programnya, diselengarakan secara terintegrasi dengan kecakapan hidup. Di luar jam belajar, peserta didik dibekali keterampilan dan keahlian bekerja pada dunia usaha dan dunia industri (du di) atau berwirausaha mandiri.

“Kami lebih fokus pada optimalisasi pada kualitas hasil. Output, outcome, impact, benefit bagi PKBM dan warga belajarnya, bukan pada kuantitas jumlah. Kami tidak mengejar jumlah warga belajar tetapi bagaimana kualitas lulusan kami, yang lebih pada kemandirian ekonomi mereka, begitu lulus minimal mereka mengaplikasikan keterampilan untuk berusaha sendiri dan memiliki penghasilan,” papar Anna yang juga lulusan STIE YKPN Yogyakarta ini.

Untuk memenuhi kebutuhan dan perkembangan masyarakat, pengelolaan PKBM Cemerlang pun menyesuaikan program PKBM sebagai solusi alternatif pemecah masalah yang terjadi di masyarakat. Pada tahun 2011, PKBM Cemerlang menambah program keterampilan mengemudi, bahasa asing, pranatacara, tata boga, tata busana (desainer), tata kecantikan, dekorasi merangkai bunga, garnish, hantaran, komputer, desain grafis, teknisi handphone, aneka kerajinan tangan, serta aneka handycraft. Juga turut berpartisipasi dalam pengembangan potensi lokal seperti program kewirausahaan pengolahan singkong, ikan air tawar dan carica mulai dirintis sebagai produk wirausaha PKBM Cemerlang.

“Seiring dengan pesatnya hasil produk dan kualitas lembaga, maka manajemen yang awalnya hanya paruh waktu. Mulai saat itu kami menjadi manajemen penuh waktu. Semua harus fokus dan mengelola secara profesional,” paparnya.

Selain program-program pendidikan dan kewirausahaan tersebut. PKBM Cemerlang Wonosobo juga terdapat program pendukung yaitu Taman Bacaan Masyarakat, Sanggar Tari Cemerlang dan klub olah raga.

PKBM Cemerlang dikelola dalam tiga unit divisi, yakni divisi  kesetaraan, divisi kursus pelatihan, dan  divisi usaha. Sedangkan produksi carica ada di divisi usaha yang mengkoordinasikan pemesanan buah carica sebagai bahan baku manisan dan menerima pemesanan manisa carica dari pembeli serta berusaha membuka jejaring kemitraan. Dalam mengelola unit usahanya, PKBM Cemerlang ini menerapkan berbagai sistem pembelian, mulai dari sistem eceran, grosir, reseller, pasar modern (supermarket, swalayan, retail), agen/distributor, dan sistem pembelian secara franchise/kemitraan.

Hasil kerja keras mengolah potensi lokal yang terdapat di Wonosobo. Akhirnya pada tahun 2012, salah satu produk olahan PKBM Cemerlang yaitu manisan carica menjadi primadona dan mulai menembus pasar modern di Kota Wonosobo.

“Alhamdulillah, pada tahun 2012 Carica produk kami menjadi primadona dan menjadi buruan wisatawan yang datang ke Wonosobo. Bahkan merintis kerja sama dengan beberapa gerai dan pusat perbelanjaan seperti Carrefour dan Alfamart,” ungkap perempuan yang memeiliki moto hidup penuh manfaat: bermanfaat untuk diri sendiri, bermanfaat untuk keluarga dan bermanfaat untuk masyarakat.

Sedangkan dalam menjalankan seluruh programnya, serta menarik warga untuk belajar yakni dengan optimalisasi mutu layanan PKBM. Manajemen PKBM Cemerlang mengimplementasikan strategi BINTANG Cemerlang. Sebuah akronim dari  Berkorban, Inovatif, Nyaman, Tingkatkan, aksi dan Niat untuk menggapai masa depan cemerlang.

“Artinya mulai dari pengelola hingga warga belajar harus menerapkan konsep ini. Mereka harus berani berkorban waktu dan segalanya untuk kemajuan dan peningkatan diri. Inovatif dan bekerja secara nyata demi menggapai kehidupan dan masa depan cemerlang,” papar Anna berfilsafat.

Untuk membantu kemandirian usaha warga belajar dan masyarakat. PKBM Cemerlang membuat Kelompok Belajar Usaha (KBU), terdapat beberapa unit usaha meliputi Prakoperasi Cemerlang, Davino Collection, Cemerlang Snack dan Carica Cemerlang. Program berbasis kewirausahaan ini menjadi tempat praktek dan contoh bagi pengembangan program-program PKBM selanjutnya. Program KBU itu berorientasi pada terbentuknya kemandirian kelompok melalui usaha bersama.

“KBU ini merupakan satu unit usaha, sebagai pengembang bisnis dari PKBM. Berbagai usaha dapat diciptakan melalui KBU. Di sini semua warga bisa saling tukar informasi dan melakukan inovasi berbagai produk dan pemenuhan pasar. Semacam laboratorium usaha,” ujar Anna.

PKBM Cemerlang telah menggurita dan menjadi kepercayaan masyarakat. Berbagai prestasi dan penghargaan pun diraih PKBM yang memiliki area seluas 560 m2 ini. Ada sekitar 20 penghargaan diraih, baik untuk lembaga maupun untuk Anna Wardiyati sebagai pengelola PKBM Cemerlang. Di antaranya Best Practice Penyelenggaraan Kesetaraan Tingkat Nasional tahun 2012, Best Practice Pengelolaan Lembaga dan Penyelenggaraan Pendidikan Kesetaraan tahun 2013, anugerah Presiden RI Kategori Insan Berprestasi dan Berdedikasi Tingkat Nasional tahun 2014, Juara 1 Produk Kategori Minuman Buah Tingkat Nasional tahun 2015,  Penghargaan OVOP Bintang 4 Kementerian Perindustrian RI, PKBM CEMERLANG Juara 1 Lembaga PKBM Berprestasi Tingkat Nasional Tahun 2016.

Kini, PKBM Cemerlang Wonosobo telah menjadi PKBM yang banyak dikenal. Bahkan jika orang bicara carica, maka ingatnya PKBM Cemerlang. Pengelola PKBM Cemerlang menunjukkan diri bahwa PKBM kalau benar-benar digarap akan menjadi sinar bagi masyarakat, sehingga masyarakat dapat menjalani hidupnya secara cemerlang. Hal ini dapat juga dikatakan bahwa PKBM itu termasuk soko gurunya pendidikan masyarakat.

“Langkah PKBM yang berada di tengah-tengah masyarakat ini tidak akan berhenti dan sirna hingga waktu yang panjang, karena PKBM dengan programnya dapat berkembang seiring dengan perkembangan masyarakat,” pungkas Anna. (Tim Warta/RHD/KS)

Semua Berita