Ditjen PAUD-DIKMAS

KEMENTERIAN PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN

Direktorat Jenderal Pendidikan Anak Usia Dini
dan Pendidikan Masyarakat

Saka Widya Budaya Bakti 5 Tahun Berdiri, 17 Pangkalan Terbentuk

Saka Widya Budaya Bakti 5 Tahun Berdiri, 17 Pangkalan Terbentuk
SAKA WIDYA BUDAYA BAKTI

19 November 2018 10:08:50

Satuan Karya Widya Budaya Bakti (SWBB) adalah organisasi pendukung Gerakan Pramuka yang ada di bawah Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan serta menjadi binaan Direktorat Jenderal Pendidikan Anak Usia Dini dan Pendidikan Masyarakat (PAUD dan Dikmas) dan Direktorat Jenderal Kebudayaan. Sejak berdiri lima tahun lalu, tepatnya sejak 23 November 2013. SWBB berkembang pesat, kini sudah memiliki 17 Pangkalan SAKA atau sanggar tingkat provinsi dan menyebar hingga tingkat ranting dan gugus depan.

Sejak SWBB didirikan pada tahun 2013, pelaksanaan pendidikan kesakaan telah menyebar di berbagai Kwartir Daerah, Kwartir Cabang, Kwartir Ranting. Hampir semua unit kerja dan unit pelaksana teknis (UPT) Kemendikbud memiliki unit kepramukaan Saka Widya Budaya Bakti. Berbagai kegiatan dan program pun digelar di berbagai daerah untuk meningkatkan peran serta kaum muda untuk menjadi anggota SWBB.

Di antara program yang secara berkala diselenggarakan adalah Kursus Pamong dan Instruktur Saka, serta Kursus Mahir Pembina Pramuka Tingkat Dasar yang merupakan kerja sama antara Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) serta Pusat Pendidikan dan Latihan Nasional Gerakan Pramuka. Bahkan sebelum Saka WBB, Kemendikbud telah menjalin kerja sama dengan Kwartir Nasional Gerakan Pramuka, yang diwujudkan antara lain dengan beberapa kali Kemah Budaya di sejumlah daerah di Indonesia.

Menurut Suyanto, Kepala Pusat Pendidikan dan Pelatihan Nasional (Kapusdiklatnas) Kwartir Nasional Gerakan Pramuka bahwa Saka Widya Budaya Bhakti (SWBB) sebagai satuan karya gerakan Pramuka di bawah Kemendikbud, merupakan satu-satunya satuan karya yang sangat aktif dan paling produktif dalam melatih dan membina sumber daya manusia guna peningkatan masa depan generasi muda melalui gerakan Pramuka.

“Kami sangat mengapresiasi dan bangga dengan Saka Widya Budaya Bhakti. Di antara saka lain, SWBB sangat aktif dalam membina pelatih, pamong juga kegiatan bagi para peserta didik. Inilah yang akan menjadi pondasi kuat bagi Saka Widya Budaya Bakti untuk terus bergerak dan berkiprah di masyarakat,” ujar Suyanto.

Suyatno memaparkan peringkat saka yang aktif secara nasional di antaranya SWBB peringkat pertama. Disusul Saka Wira Kartika binaan Tentara Nasional Indonesia (TNI), kemudian Saka Bhayangkara di bawah Kepolisian RI. Ia berharap agar peserta yang sudah dibina di lingkungan SWBB terus berperan dalam peningkatan karakter dan jati diri bangsa anggota Pramuka di daerah masing-masing.

"Saya harap para pamong yang sudah dilatih baik melalui kursus mahir dasar (KMD), dan KMN dapat mengaplikasikan ilmunya di daerah, serta mampu membina anggota Pramuka sebagai warga masyarakat yang berkarakter dan menyiapkan masa depan anak bangsa Indonesia yang kuat dan terampil," papar Suyatno.

Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Muhadjir Effendy mengatakan, pramuka memiliki dua hal yang dapat digunakan dalam kehidupan.  Pertama, Scouting Skill yakni pramuka menjadikan anak yang percaya diri, mandiri, fleksibel dan tahan dengan berbagai cobaan. Kedua, Life Skill yakni pramuka memberikan pendidikan berbagai keterampilan hidup yang dapat dijadikan dasar untuk mengembangkan dirinya dalam kehidupan di masyarakat.

Oleh karena itu, ditambahkan Muhadjir gugus depan harus didorong untuk memilih Saka yang menjadi ajang pendidikan dan latihan untuk memiliki pengetahuan dan keterampilan khususnya tentang pendidikan usia dini, pendidikan masyarakat, seni budaya museum dan cagar budaya. 

“Dengan Saka Widya Bakti maka gerakan pramuka semakin berkualitas dalam upaya membentuk manusia Indonesia seutuhnya, ” pungkas Muhadjir.

Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Muhadjir Effendy mengatakan, Gerakan Pramuka erat kaitannya dengan pendidikan karakter. Kegiatan Pramuka di sekolah dapat membentuk kepribadian dan watak siswa yang mandiri, disiplin, memiliki kecakapan hidup, berbudi luhur, dan berkepribadian yang sesuai dengan nilai-nilai bangsa.

Pembentukan Satuan Karya Pramuka (Saka) Widya Budaya Bakti ini sebagai wadah pembinaan kaum muda dalam memberikan keterampilan khusus di bidang pendidikan dan kebudayaan, khususnya pendidikan anak usia dini, nonformal dan informal, seni dan film, tradisi, sejarah, nilai budaya, cagar budaya dan museum sebagai salah satu bagian terpenting dalam pembangunan nasional dengan memupuk, mengembangkan, membina dan mengarahkan minat dan bakat generasi muda terhadap peran pendidikan masyarakat dan pelestari budaya bangsa.

Menurut Ketua Saka Widya Budaya Bakti Harris Iskandar yang juga Direktur Jenderal Pendidikan Anak Usia Dini dan Pendidikan Masyarakat (Ditjen PAUD dan Dikmas), mengatakan Gerakan Pramuka, dalam hal ini Saka Widya Budaya Bakti harus menjadi yang terdepan dalam mendidik generasi muda yang tangguh dan memiliki kompetensi dalam kehidupan masyarakat.

“Karenanya Gerakan Pramuka saat ini terus melakukan pembenahan agar tidak ketinggalan zaman melalui empat program yaitu rebranding, strukturisasi, gerakan perubahan atau scout for change, dan membangun jejaring,” ungkap Dirjen PAUD dan Dikmas.

Harris yang juga Direktur Jenderal PAUD dan Dikmas berharap seluruh anggota Saka Widya Budaya Bakti menjadikan kegiatan pramuka sebagai media dalam membentuk generasi muda Indonesia yang memiliki kemandirian dan karakter, sebagai motor penggerak perubahan negara ke arah yang lebih baik. Sehingga gerakan SWBB dalam penyelenggaraan dan pembinaan kepada anggotanya disesuaikan dengan kondisi zaman, atau kekinian.

“Rebranding maksudnya Gerakan Pramuka ini harus masuk dalam dunia kekinian atau teknologi yang berkembang pesat, tidak hanya terbatas pada pengetahuan membaca jejak, survivor dan semacamnya. Tapi menjadi gerakan kreatif dan mampu menjawab kondisi zaman,” papar Harris yang menjabat Ketua Satuan Karya Widya Budaya Bakti periode 2014-2018.

Menurut Harris,pada tahun 2018 ini Saka Widya Budaya Bakti melakukan pembenahan dan perbaikan tata laksana,pengembangan jejaring,serta pembentukan pangkalan saka setiap provinsi hingga kabupaten/kota. Hal ini sesuai hasil Munas GP tahun 2013 dan SK Kwarnas No. 05 tahun 2014, yang menyatakan gerakan pramuka di seluruh Indonesia diharuskan dan dituntut untuk membentuk Satuan Karya Pramuka Widya Budaya Bakti yang nantinya akan berbasis di satuan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan di masing-masing Provinsi maupun Kabupaten/Kota.

 “Struktur organisasi juga harus dibenahi menyesuaikan dengan rebranding yang dilakukan agar program yang dibuat bisa saling dukung dengan wadah organisasi yang ada. Kita harap pangkalan Saka Widya Budaya Bakti hingga kota/kabupaten terbentuk. Targetnya seluruh pemuda dan masyarakat mengetahui dan aktif dalam SWBB,” paparnya.

Untuk meningkatkan peran daerah dalam pembentukan SWBB. Harris yang juga Direktur Jenderal Pendidikan Anak Usia Dini dan Pendidikan Masyarakat (Dirjen PAUD dan Dikmas) telah mengirimkan Surat Edaran sebagai Kapin Saka Widya Budaya Bakti tentang Posisi UPT PAUD dan Dikmas dalam struktur Saka Widya Budaya Bakti sebagai tempat belajar dan berlatih, bisa menjadi rujukan untuk pembentukan pangkalan.

“Sehingga masing-masing UPT di daerah harus segera berkoordinasi dengan Kwarda dan Kwarcab untuk sosialisasi dan pembentukan pangkalan Saka Widya Budaya Bakti, bisa di museum,balai atau instansi pendidikan dan kebudayaan,” papar Harris.

Seperti diketahui bahwa Saka Widya Budaya Bakti merupakan Satuan Karya Gerakan Pramuka di bawah Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan yang dibentuk pada 23 November 2013. Bertujuan mempercepat tuntasnya program-program PNF yang benar-benar tepat sasaran sesuai potensi lokal. Artinya, dengan melibatkan anggota pramuka yang tergabung dalam saka widya budaya bhakti, untuk menggeluti program PNF, seperti PAUD, Keaksaraan Fungsional, TBM, dan Pendidikan Kesetaraan.

Diharapkan, Harris, SWBB dapat berkembang di semua provinsi di Indonesia dan SWBB dapat memainkan peran aktif untuk terus menjaga dan mengembangkan budaya dan sejarah di Indonesia. Selain itu agar setiap anggota Pramuka Saka Widya Budaya Bakti juga mampu berperan serta secara aktif dalam mendukung kegiatan pendidikan dan kebudayaan di lingkungannya. Juga, SWBB dapat memotivasi semangat dan mempercepat kemandirian untuk mencapai keberhasilan dalam upaya pembentukan karakter kaum muda sebagai calon pemimpin bangsa yang handal pada masa depan.

 “Gerakan Pramuka, khususnya SWBB dalam melaksanakan fungsinya merupakan wadah pembinaan dan pengembangan generasi muda Indonesia, yang mempunyai tugas pokok menyelenggarakan kepramukaan bagi kaum muda guna menciptakan generasi yang lebih baik, bertanggung jawab, dan mempunyai kepedulian sosial yang tinggi terhadap masyarakat sekitarnya,” pungkas Harris.(***)

Semua Berita